aku tak mengira sebuah pertemuan itu menjadi sesuatu yang berbeda dan hidup diantara kemungkinan...aku tak pernah tahu bahwa sebuah pertemuan menjadi berbagai kemungkinan yang tak pernah pasti bukan? terlalu banyak menduga, berpikir seolah itulah yang terjadi dan pada akhirnya takdir kembali mempermainkan ku.. ralat mempermainkan kita atau mungkin hanya aku..bukan kah aku terlalu bodoh atau kau yang terlalu naif untuk menjalani ini semua? bukankah sudah terasa jelas bahkan terlalu terlihat diantara kita.. sebuah tembok yang selamanya menjadi sebuah penghalang untuk segala angan dan mimpi kita.. selamanya akan tetap seperti itu..
untuk apa berusaha memungkiri sebuah takdir, mencoba bermain dengan takdir dan akhirnya kita lah yang tersakiti kembali.. dan mungkin bukan kita tapi aku..ya mungkin dulu kita terlalu buta dan bodoh untuk melihat bagaimana mimpi yang ada mimpi yang kita bangun akan runtuh dengan mudah.. bukankah takdir begitu menyebalkan? begitu menyakitkan hingga terkadang untuk bernafas menjadi hal tersulit untuk kulakukan.. dan merindukanmu menjadi hal yang menyakitiku..